Apakah Jual Beli Air Keras ilegal atau legal? (Audit kritis Sosiolegal)

Ilustrasi gambar yang hanya fokus pada apa yang terjadi bukan sebab itu terjadi. By Netizen

Oleh: Tri Lukman Hakim, S.H.

(Founder KunciPro – Suara Netizen)

​GILA! Beli Air Keras Udah Kayak Beli Cilok

Lagi-lagi kita denger kabar duka. Aktivis KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras di Salemba waktu berkendara menggunakan sepeda motor malam hari. PBB sibuk ngoceh katanya ini waktu yang pas buat nunjukin kepantasan Indonesia di panggung HAM, pejabat sibuk bikin pernyataan keprihatinan dan mengutuk ramai-ramai. Tapi ada satu hal yang bikin saya pengen ngamuk: Kok bisa sih, barang mematikan kayak gitu dijual bebas seharga parkir motor di marketplace?

Kita ini sering amnesia sejarah yurisprudensi kasus, bukankah dulu ada korban serupa Bapak Novel Baswedan sampai sebelah matanya jadi buta. Kenapa Indonesia tidak belajar sih, hanya ngejar palaku yang sampai sekarang tidak tertangkap, bukannya benahin prosedur akses untuk dapat air keras yang lebih dipersulit.

​Sini kita obrolin pake logika warung kopi.

1. Negara Kita "Sakit": Beli Tiket Kereta Ribet, Beli Racun Gampang!

​Coba kalian pikir. Mau beli tiket kereta api harga 20 ribu aja kita harus setor NIK, verifikasi wajah, sampe ditanya mau turun di mana. Eh, tapi coba kalian buka HP sekarang, cari "Air Keras" di toko online.

​Cuma modal jempol dan saldo belasan ribu, itu cairan keras yang bisa bikin muka orang meleleh sampe tulang, dikirim langsung ke depan pintu rumah! Nggak ditanya KTP, nggak perlu izin, nggak ada pengawasan. Ini namanya Demokratisasi Teror. Negara kayak ngebiarin siapa pun punya "bom kimia" di sakunya.

Ayo dong pak, ini sama saja teror untuk membungkm suara kritis.

2. Marketplace Cuma Mau Cuan, Gak Mau Tau Darah Korban

​Para raksasa toko online itu selalu bilang: "Kami cuma platform." Enak bener ngomongnya! Mereka ambil komisi dari setiap botol air keras yang kejual, tapi pas kejadian penyiraman di Salemba, mereka cuci tangan.

​Di hukum, ada namanya Duty of Care—kewajiban buat jaga-jaga. Kalau kalian jual barang yang jelas-jelas bisa dipake buat nyiksa orang tanpa filter apa pun, ya kalian ikut andil nyediain "gudang senjata" buat penjahat. Jangan cuma pinter promosi diskon, tapi pinter-pinterlah jaga keselamatan rakyat!

Di bidang logistik itu senjata tajam dilarang untuk dikirim berbentuk paket, mau itu resmi dari shopee, tiktok atau yang lainnya. Peraturannya jelas sentaja tajam tidak bisa diproses pengiriman masuk dalam kategori Dangerous Goods (DG). Bahkan parfum pun dilarang jika pengiriman melalui udara. Bukannya sok tahu atau katanya, karena saya dulu pernah kerja di industri logistik.

3. PBB Tajam ke Kita, Tumpul ke Boss-nya

​Dewan HAM PBB mendadak "galak" banget ngetawain Indonesia soal kasus ini. Tapi liat deh, mereka diem aja pas negara-negara gede pake rudal beneran di luar sana. Mereka kayak dokter yang marahin kita karena batuk akibat merokok, tapi biarin pabrik rokok di belakang rumahnya terus jualan.

​Intinya, PBB itu cuma mau keliatan "kerja" dengan jadi polisi moral buat negara berkembang kayak kita. Kasus Salemba dipake buat nakut-nakutin kita, padahal sistem perdagangan dunia yang mereka dukunglah yang bikin racun kimia ini bisa muter bebas di internet.

4. Luka Permanen Itu Bukan Main-main

​Pelaku penyiraman itu jahatnya bukan main. Mereka mungkin nggak niat menghilangkan nyawa, tapi mereka mau korbannya ngerasa "mati" pelan-pelan karena cacat seumur hidup. Takut bersuara lagi, efek jera juga buat para ativis lain diluaran sana.

Air keras itu senjata pengecut! Mereka hanya siram terus kabur seperti rekaman cctv kejadian di salemba. Dan sistem kita malah memfasilitasi para pengecut ini buat dapet senjatanya dengan gampang.

KESIMPULAN: JANGAN CUMA PINTER OMON-OMON!

​KunciPro minta Kementerian Perdagangan bangun dari tidurnya! Lakukan audit total. Jangan biarin air keras dijual berdampingan sama deterjen atau baju bayi di marketplace.

Atau setidaknya jika tidak bisa menekan raksasa e-commerce, lakukan di bagian logistik seperti sentaja tajam yang dilarang kirim melalui ekspedisi paket.

​Kita harus jadi bangsa yang berani matahin pedang penjahat sebelum diayunin. Percuma kita nangkep pelakunya kalau "toko senjatanya" masih buka 24 jam di internet tanpa pengawasan. Stop jual murah nyawa rakyat demi pajak atau komisi penjualan!

​Sudah saatnya air keras diawasin ketat kayak peluru. Karena di tangan orang jahat, setetes asam sulfat itu lebih ngeri daripada satu butir peluru.

Gimana menurut kalian, lur? Setuju gak kalau beli air keras harus pake KTP dan surat izin? Tulis di kolom komentar!

Suara Netizen